SUKAMAKMUR Siber24jam.com — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam menangani dampak...
Jakarta,Siber24jam.com- Pendapatan PT Indocement Tunggal Prakarsa,Tbk pada kuartal III tahun 2022 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp11,660,9 miliar atau naik 9,9 persen dari pada periode yang sama tahun 2021 lalu yang mencapai Rp 10,608,7 miliar.
Naiknya pendapatan perseroan yang memiliki tiga pabrik dua diantaranya di Jawa Barat itu didorong peningkatan harga jual produk yang terjadi pada Maret, Juni, September dan Oktober. Dalam keterangan tertulisnya, Senin (14/11/2022) perseroan melaporkan berhasil menurunkan biaya energi sebesar 7,0 persen dari kuartal II.
“Tingginya biaya energi erjadi karena tingginya harga batu bara. Porsi biaya energi mencapai kurang lebih 50 persen dari total biaya produksi. Namun pada Kuartal III 2022 Indocement berhasil menurunkan biaya energi sebesar 7,0 persen, dari kuartal sebelumnya,” tulis keterangan pers perseroan.
Penurunan biaya energi pada kuartal III lalu salah satu faktor penyebabnya masuknya pasokan listrik PLN ke Kompleks Pabrik Tarjun, Kalimantan Selatan (Kalsel). Energi yang dipasok PLN itu menjadikan operasional pabrik efisien dan lebih hijau.
“PLN memasok listrik ke Tarjun dengan kekuatan 50 Megawatt, pasokan energy listrik dari PLN yang masuk pada Agustus 2022 untuk menggantikan pembangkit energi tenaga batu bara,”jelas keterangan pers direksi.
Perseroan, masih menurut keterangan tertulis dari direksi, salama tahun 2022 ini memperluas jangkauan pemasaran ke bagian Indonesia Timur. Perluasan jangkauan pemasaran itu diawali dengan disepakatinya perjanjian sewa guna usaha lainnya dengan Semen Bosowa untuk menyewa penuh dan mengambilalih operasi Pabrik Semen Maros dan beberapa terminal semen terkait lainnya.
Dari sisi penjualan perseroan membukukan volume penjualan domestik (semen dan klinker) secara keseluruhan sebesar 12,4 juta ton pada Kuartal III/2022, turun 294 ribu ton atau -2,3 persen dari volume Kuartal III/2021.
Volume penjualanen semen domestik (tanpa klinker) tercatat sebesar 11,5 juta ton, turun 432 ribu ton atau -3,6 persen dibandingkan volume pada Kuartal III/2021 yang menyebabkan pangsa pasar domestik Perseroan menjadi 24,8 persen. Penjualan ekspor menurun -17,5 persen dari 333 ribu ton pada Kuartal III/2021 menjadi 275 ribu ton di Kuartal III/2022.
Sementara itu, terkait program pembelian kembali saham sejak Desember 2021, menurut Direktur & Corporate Secretary PT Indocement Antonius Marcos, perseroan telah mengumpulkan Rp2,72 triliun atau 6,7 persen dari total saham hingga September 2022. “Program pembelian saham ini membuat neraca keuangan perseroan tangguh, apalagi perseroaan berhasil membukukan posisi kas bersih dengan Kas dan Setara Kas sebesar Rp3,5 triliun,”katanya.
Menurut Antonius Marcos, arus kas yang kuat yang dihasilkan dari operasi dan upaya yang gigih dari manajemen untuk meningkatkan modal kerja adalah kunci untuk mempertahankan neraca keuangan perseroan yang tangguh.
“Dengan Posisi Neraca Keuangan yang kuat dan tanpa utang pada bank, Indocement siap menghadapi tantangan ekonomi yang sedang berlangsung termasuk kelebihan pasokan kapasitas industri semen. Indocement siap berpartisipasi pada peluang yang membawa sinergi yang lebih baik di masa depan,” ujar Antonius Marcos menutupi. ***
Editor : Mochamad Yusuf
Berita Lainnya
Tags: 2022, AY, BRI, Ekspor, Emas, IG, IKN, ILal, Indocement, indonesia, industri, Jakarta, Jawa Barat, listrik, MU, PAI, PAN, PLN, sepakat, uang, UAS
Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakarsa, Tbk, Christian Kartawijaya membeberkan laporan keuangan perseroan pada kuartal III tahun 2022. (Foto Dok PT Indocement)