Babakan Madang Siber24jam.com — Bupati Bogor, Rudy Susmanto, melanjutkan peninjauan penataan wilayah di sejumlah titik...
1. Pundi-Pundi Busuk
Uang rakyat kau kikis pelan,
di meja mewah, kau tersenyum nyaman.
Tapi ingat, wahai pencuri bank,
jeruji besi sudah menanti tenang.
2. Bank yang Bukan Milikmu
Dana rakyat kau jadikan ladang,
menanam dusta, menuai hutang.
Kau kira tak ada yang tahu?
Tunggu saat borgol merangkul tanganmu.
3. Keringat yang Kau Curi
Petani berkeringat siang dan malam,
pedagang kecil menahan geram.
Tapi kau, pejabat bank tersayang,
memanen hasil tanpa menanam.
4. Wajah Tersenyum, Hati Bengis
Di rapat resmi kau berbicara manis,
di balik meja, kau menulis tragis.
Angka-angka yang kau rekayasa,
siap mengantarmu ke sel yang hampa.
5. Lantai Marmer, Hati Lumpur
Kau berjalan di lantai mengkilap,
sementara rakyat terjerat gelap.
Tapi sabarlah, wahai maling,
hakim sudah menyiapkan sidang genting.
6. Tangan yang Tak Pernah Kenyang
Satu miliar kurang, kau tambah lagi,
dua miliar lewat, kau embat sendiri.
Tapi ingat, rezeki haram tak abadi,
sebentar lagi kau akan dihitung rugi.
7. Suara Rakyat, Doa yang Tajam
Mungkin kau tak takut hukum di sini,
tapi doa rakyat tajam tak terperi.
Langit mendengar, bumi bersaksi,
kau akan tumbang dalam airmata sendiri.
8. Kursi Empuk, Nasib Rapuh
Kau kira jabatan adalah tameng,
tapi bukti sudah menggunung genteng.
Tinggal tunggu lonceng berbunyi,
petugas datang, membawamu pergi.
9. Jas Mahal, Jiwa Murahan
Berlapis sutra, kau tersenyum bangga,
menyembunyikan bangkai di dalam dada.
Tapi bau busuk sudah menyebar,
hukum siap mengiris sadar.
10. Tiket ke Hotel Prodeo
Kini uang tak bisa lagi menolong,
napi baru segera bergabung.
Dulu korupsi dengan angkuh,
kini antre nasi dengan sendok lusuh.
Berita Lainnya
Tags: Jeruji Besi Siap Menanti: 10 Puisi untuk Koruptor Bank Jabar











