Update

Musren BNN RI : Pemberian Penghargaan Satker Dengan Kinerja Terbaik Dan Launching Aplikasi E-RB

Surabaya, Siber24jam.com –  6 Maret 2024, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI), Marthinus Hukom, S.I.K., M.Si., bersama Sekretaris Utama BNN dan Deputi Pencegahan BNN memberikan sejumlah penghargaan kepada Satuan Kerja dengan kinerja terbaik atas kreasi dan inovasi yang dilakukan dalam mendukung Reformasi Birokrasi.

 

Penghargaan diberikan dalam momen Musyawarah Perencanaan (Musren) BNN RI 2024, usai para pimpinan jajaran BNN RI menandatangani perjanjian kinerja 2024, di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu (6/3).

Terdapat 5 satuan kerja BNN yang berhasil meraih penghargaan tersebut, yaitu BNN Kota Pematang Siantar, BNN Kabupaten Purbalingga, BNN Provinsi Kalimantan Tengah, Pusat Laboratorium Narkotika, dan Loka Rehabilitasi Deli Serdang.

 

Selain memberikan penghargaan, dalam pelaksanaan Musren BNN RI 2024 juga diumumkan para pemenang sayembara desain logo, nama tim, dan tagline berkaitan dengan Reformasi Birokrasi. Adapun nama Tim RB BNN yang dipilih adalah KREASI (Kinerja Reformasi Birokrasi) dengan tagline #BRIYANI (Berani dan Responsif Mewujudkan Birokrasi Bersih dan Melayani).

Dengan adanya logo, nama, dan tagline Reformasi Birokrasi tersebut, BNN RI meluncurkan aplikasi E-RB sebagai suatu sistem penilaian kinerja Reformasi Birokrasi yang dilakukan oleh seluruh Satuan Kerja BNN RI.

 

 

#indonesiabersinar

#indonesiadrugfree2024

 

*BIRO HUMAS DAN PROTOKOL BNN RI*

Berita Lainnya

Update News

Penyederhanaan Perizinan Berusaha: Antara Regulasi dan Tantangan Implementasi di Lapangan

Siber24jam.com Hari ini, 1 Oktober, bertepatan dengan peringatan Hari Kesaktian Pancasila, sebuah momentum nasional yang...

Hadir di Acara Pengukuhan PWI Jabar, KDM Tekankan Pentingnya Pers yang Independen dan Edukatif

Bandung – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengingatkan insan pers agar tetap menjadi penjaga kebenaran...

Jelang HUT ke-81 TNI, Rudy Susmanto Bersama Forkopimda Ziarah ke TMP Pondok Rajeg

CIBINONG Siber24jam.com – Bupati Bogor Rudy Susmanto bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten...

KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting Aspri Ridwan Kamil Diperiksa, KPK Dalami Jejak Dana Iklan BJB KPK Telusuri Aliran Dana BJB, Aspri Ridwan Kamil Diduga Jadi Titik Penting JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB). Salah satu yang menjadi perhatian penyidik adalah keterangan Randy Kusumaatmadja, mantan asisten pribadi Gubernur Jawa Barat periode 2018–2023, Ridwan Kamil. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, Randy diperiksa untuk mengurai keluar-masuk serta pengelolaan uang yang berkaitan dengan perkara tersebut. “Penyidik berkeyakinan bahwa saksi-saksi yang dilakukan pemanggilan, termasuk asisten pribadi dari Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, ini diduga mengetahui terkait dengan keluar masuknya uang, termasuk juga pengelolaan uang,” kata Budi, Jumat (2/10/2026). KPK tengah menelusuri pengadaan iklan Bank BJB yang nilainya sekitar Rp400 miliar. Dari jumlah tersebut, penyidik menduga hanya sekitar 50 persen yang digunakan untuk pengadaan iklan, sedangkan sisanya diduga masuk ke dana nonbudgeter dan mengalir kepada sejumlah pihak. Menurut Budi, posisi Randy penting untuk membantu penyidik mengurai asal uang, penggunaannya, pihak yang memberikan perintah, hingga ke mana dana tersebut mengalir. “Bisa jadi menjadi hub ya, placement uang masuk, kemudian peruntukan dari uang itu, nah kemudian dari siapa ini alur perintahnya, kemudian alirannya kepada siapa saja, ini semuanya didalami,” ujarnya. KPK juga mendalami aktivitas Ridwan Kamil ketika menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat, termasuk penggunaan anggaran dan dugaan keberadaan dana taktis di luar anggaran APBD. Selain itu, penyidik sebelumnya telah menelusuri aktivitas penukaran mata uang asing yang dilakukan Ridwan Kamil pada periode 2021–2024 dengan nilai miliaran rupiah. KPK menyatakan masih mendalami sumber pembiayaan, tujuan transaksi, serta aktivitas yang berkaitan dengan perkara tersebut. KPK juga sedang menghitung potensi kerugian keuangan negara dalam klaster pertama perkara, yakni dugaan penyimpangan dan pengondisian pengadaan iklan Bank BJB, dengan berkoordinasi bersama auditor negara. Seluruh informasi tersebut masih berada dalam tahap penyidikan KPK. Status dan keterlibatan masing-masing pihak akan ditentukan berdasarkan hasil penyidikan serta alat bukti yang diperoleh.

JAKARTA, Siber24jam.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami dugaan korupsi pengadaan iklan Bank Pembangunan...